Perang Bintang Amerika Latin di Piala Amerika

Bet Bola , Jakarta – Sejumlah nama besar pesepakbola asal Amerika Latin yang tampil gemilang bersama klub-klub Eropa musim ini akan saling adu kemampuan di gelaran Piala Amerika 2015 di Chile. Lionel Messi dan Neymar yang selalu diandalkan Barcelona kala meraih tiga gelar musim ini akan mengenakan seragam dengan warna yang berbeda demi kepentingan negara masing-masing. Piala Amerika akan menjadi panggung unjuk kemampuan bagi pemain yang karirnya sempat merosot di klub seperti pemain Manchester United Angel Di Maria dan AS Monaco Radamel Falcao. Selain itu, Piala Amerika adalah ajang bagi pemain untuk mencuri perhatian klub-klub besar yang ingin merekrutnya. Sebagai contoh, Falcao yang dikabarkan didekati Chelsea dan Tevez yang ingin meninggalkan Juventus. Berikut 15 pemain bintang yang patut disimak pada gelaran Piala Amerika 2015: 1. Lionel Messi – Argentina (Barcelona) Sudah tidak diragukan lagi Messi akan menjadi penyerang yang paling diawasi pemain lawan. Apalagi sebelum turnamen Messi berujar ingin mempersembahkan Piala Amerika untuk melengkapi treble winner bersama Barcelona. 2. Angel di Maria – Argentina (Manchester United) Angel di Maria berpotensi tampil maksimal bersama Argentina guna membungkam kritik yang menyebutkan dirinya tidak tampil cemerlang di Manchester United. 3. Carlos Tevez – Argentina (Juventus) Carlos Tevez dikatakan berhasil bersama Juventus karena menyumbang 20 gol dan membawa tim ke final Liga Champions. Namun di timnas Argentina dia harus tampil maksimal mengingat saingannya di tim utama adalah Lionel Messi dan Sergio Aguero. 4. Sergio Aguero – Argentina (Man. City) Aguero kemungkinan akan berdampingan dengan Messi di lini depan Argentina karena berhasil menjadi top skorer Liga Inggris dengan 26 gol. 5. Alexis Sanchez – Chile (Arsenal) Alexis Sanchez pantas ditakuti lawan-lawan Chile karena di level liga berhasil mengemas 16 gol dan delapan assist selama semusim di Arsenal. Ia juga mencetak gol ketika The Gunners juara Piala FA. 6. Arturo Vidal – Chile (Juventus) Arturo Vidal sukses membawa Juventus juara Liga Serie A, Piala Italia serta runner up Liga Champions. Ia juga mencetak gol kala Chile mengalahkan Ekuador 2-0 di laga pembuka Piala Amerika. 7. Claudio Bravo – Chile (Barcelona) Kendati kerap bergantian dengan Ter Stegen untuk mengawal gawang Barcelona, namun Claudio Bravo tidak diragukan untuk menjaga gawang Chile dengan koleksi 89 penampilan dan tampil bagus pada Piala Dunia 2014. 8. Enner Valencia – Ekuador (West Ham) Enner Valencia yang menjadi andalan klub Inggris West Ham patut diwaspadai tim-tim lawan karena gaya bermainnya yang agreasif, mampu berlari cepat pada serangan balik, dan memiliki tendangan jarak jauh yang keras. 9. Edinson Cavani – Uruguay (PSG) Cavani akan berjuang sendirian di lini depan Uruguay karena Luis Suarez masih menjalani hukuman larangan bertanding. Cavani memiliki pengalaman mengantar Uruguay juara Amerika pada 2011. 10. Philippe Coutinho – Brasil (Liverpool) Kendati usianya masih 22 tahun, namun playmaker ini selalu menjadi tumpuan serangan Liverpool. Ia bahkan masuk dalam skuat terbaik Liga Utama Inggris versi PFA. 11. David Luiz – Brasil (PSG) Luiz adalah pemain bertahan yang baik dalam menyerang. Pemain ini memiliki tendangan bebas yang akurat serta kerap mencetak gol dari sundulan. 12. Neymar – Brazil (Barcelona) Neymar memiliki ambisi yang sama untuk memborong Piala Amerika guna melengkapi gelar treble winner bersama Barcelona. 13. James Rodriguez – Kolombia (Real Madrid) Mantan gelandang AS Monaco ini patut diwasapadai karena menjadi pencetak gol terbanyak pada Piala Dunia 2014. Di level klub ia juga kerap memberikan umpan matang yang memudahkan penyerang mencetak gol. 14. Radamel Falcao – Kolombia (AS Monako) Penyerang yang minim gol bersama Manchester United bisa memanfaatkan ajang Piala Amerika untuk menujukkan potensi yang dimiliki. 15. Carlos Bacca – Kolombia (Sevilla) Carlos Bacca akan bersaing dengan Falcao untuk merebutkan posisi striker utama Kolombia. Pencapaian Bacca bersama Sevilla yang juara Liga Eropa jauh lebih baik dari Falcao yang kerap menjadi pemain cadangan di MU.

Sumber: Tempo.co