Per Juni 2016, Jumlah Saldo Simpeda sebesar Rp 41,37 Triliun

Bet Bola Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) yang juga Direktur Utama Bank DKI, Kresno Sediarsi mengungkapkan, Tabungan Simpeda merupakan salah satu produk yang mempersatukan Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia, disamping produk-produk dan layanan perbankan lainnya. Tabungan Simpeda sebagai produk penghimpunan dana masyarakat, dalam perkembanganya terus mengalami peningkatan. Hal ini dapat kita lihat pada Penarikan Undian Simpeda Tahun 26, Periode 1 – 2015 di Balikpapan, jumlah penabung sampai dengan akhir Juni 2015 berjumlah 7.069.345 penabung dengan jumlah saldo Simpeda sebesar Rp 32,48 triliun . “Pada Penarikan Undian Simpeda Tahun Ke-27 Periode 1 – 2016 di Surabaya kali ini, jumlah penabung sampai dengan akhir Juni 2016 berjumlah 7.036.600 penabung dengan jumlah saldo Simpeda sebesar Rp 41,37 triliun,” kata Kresno dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (4/9). Lebih lanjut Ketua Umum Asbanda menjelaskan, apabila dilihat dari penarikan undian Simpeda di Balikpapan sampai dengan di Surabaya, dari sisi penabung mengalami sedikit penurunan sebesar 0,46% atau turun sebanyak 32.745 penabung, sedangkan saldo Tabungan Simpeda mengalami peningkatan sebesar 27,38% atau meningkat sebesar Rp 8,89 triliun. “Dapat kami sampaikan di sini, bahwa yang paling banyak menghimpun Tabungan Simpeda sejak lebih dari 10 tahun terakhir, yaitu Bank Jatim, sampai dengan posisi Juni 2016 telah menghimpun Simpeda sebanyak ±Rp10,05 triliun atau sebesar 24,28% dari Tabungan Simpeda Nasional,” katanya. Seperti diketahui perhelatan akbar Panen Rejeki Bank BPD berupa Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda dengan total hadiah sebesar Rp 6 Miliar (diundi 2x setahun) atau Rp 3 Miliar untuk setiap periodenya, kali ini sebagai tuan rumah adalah Bank Bank Jatim. Undian Nasional Tabungan Simpeda pada setiap periodenya akan diperuntukkan bagi 584 penenang dengan hadiah utama Rp 500 juta, kemudian hadiah kedua Rp 100 juta untuk 4 pemenang, hadiah ketiga Rp 50 juta untuk 26 pemenang. Hadiah keempat Rp 5 juta untuk 26 pemenang, hadiah kelima Rp 2,5 juta untuk 26 pemenang, hadiah keenam Rp 2 juta untuk 52 pemenang, hadiah ketujuh Rp 1,5 juta untuk 104 pemenang, dan hadiah kedelapan Rp 1 juta untuk 345 pemenang. Ke depan, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas produk dan layanan Simpeda ini, sehingga akan memasyarakat serta menjadi pilihan masyarakat Indonesia dalam menabung. “Program ini adalah bagian dari Transformasi BPD, yakni penguatan produk dan layanan BPD agar semakin bersaing,” kata Kresno. Seperti periode-periode sebelumnya, rangkaian perhelatan Undian Nasional Tabungan Simpeda atau Panen Rejeki Bank BPD ini diawali dengan prosesi Penyegelan Tabung Undian, Welcome Party, dan juga digelar Seminar Nasional BPD-SI. Memenuhi permintaan dari beberapa BPD terkait dengan Undang-Undang tentang Pengampunan Pajak yang saat ini tengah diaplikasikan, maka Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) mengadakan Seminar Nasional dengan tema Tax Amnesty , Sebuah Tantangan sekaligus Peluang bagi BPD. Seminar Nasional ini sebagai wujud tindak lanjut BPD seluruh Indonesia dalam melakukan transformasi BPD yang telah diluncurkan pada tanggal 26 Mei 2015 oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, yang ditandai dengan penandatanganan Komitmen oleh Direktur Utama, Komisaris Utama/Ketua Dewan Pengawas BPD seluruh Indonesia Gubernur seluruh Indonesia selaku stakeholder BPD, dan oleh Ketua DPRD Provinsi se Indonesia. Para pimpinan lembaga tersebut berkomitmen untuk memperkuat BPD menjadi bank yang berdaya saing tinggi, kuat serta berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Dalam road map -nya, Program Transformasi BPD ini diharapkan dapat diwujudkan akhir tahun 2024.Untuk menuju Transformasi BPD tersebut, BPD telah meluncurkan 6 (enam) Workstream Transformasi BPD menuju Regional Champion, yang terdiri dari Strategic Holding BPD, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pengembangan Produk dan Layanan, Peningkatan Good Corporate Governance dan Manajemen Risiko, Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi Manajemen, dan Pengembangan SyariahBanking. Presiden Republik IndonesiaJoko Widodo dalam program dialog publik pada tanggal 30 Maret 2016 lalu di Jakarta, menyarankan Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia melakukan pembentukan holding sebagai sebuah sinergi yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing BPD dalam memasuki era persaingan ekonomi Asean atau Masyarakat Ekonomi Asean . Lebih lanjut Presiden Joko Widodo juga menegaskan bahwa jika BPD mau holding jadi satu dan bisa saling membantu antar BPD provinsi yang satu dengan provinsi yang lain, ini akan memudahkan dalam membangun sinergi dan membangun daerah, baik dalam sisi pembiayaan, permodalan dan lainnya. Arahan Bapak Presiden Joko Widodo tersebut sangat sejalan dengan Program Transformasi yang sedang dijalankan BPD seluruh Indonesia. Kresno memaparkan , sebagai langkah awal dalam implementasi Program Transformasi BPD adalah melalui kegiatan-kegiatan yang memang dapat dilaksanakan. Beberapa kegiatan yang menjadi quickwin dalam rangka program transformasi BPD diantaranya adalah melalui Bidang Teknologi, yaitu penggunaan Layanan Laku Pandai dan Solusi e-channel oleh beberapa BPD melalui BPDNet, sertalayanan Teller Online One BPD. Imam Suhartadi/IS PR

Sumber: BeritaSatu